a life’s journey…

August 29, 2007

Rahasia Wine

Filed under: repiuw — ruthwijaya @

rahasiawine.jpg

Sebenarnya buku ini sudah sejak beberapa bulan yang lalu nongkrong di toko buku, dan menurut kabar sudah mulai susyah dicari… aku juga udah beberapa kali niat pengen beli tapi aku baru beli minggu kemaren (iya, pas ketemu sama si ganteng itu), itu pun karena ‘ngotot’ pengen ditanda-tangan sama Yohan Handoyo, penulis ‘kitab’ ini :D mumpung ketemu je… susah kan ketemu orang terkenal… huehehehe
Alasannya tak membeli buku ini sejak dulu karena kupikir, aku kan gak sering-sering minum wine, jadi gak perlu taulah soal wine. Tapi ternyata saudara, sekarang aku nyesel kenapa gak dari dulu beli buku ini :D

Cak Yohan, yang jatuh cinta guling-gulingan sama wine, membagikan pengetahuannya dengan sangat apik. Wah, jatuh cinta memang mengaburkan semuanya… halah, apa seh… Kamsudnya gini, buku ini sangat-sangat menggambarkan ‘hasrat’ terdalam si Cak Yohan itu terhadap wine sehingga membuat aku jadi mikir, waduh… bener yah… segala sesuatu yang didasari oleh passion-udah-jatuh-cinta-duluan pasti akan bikin orang lain interest juga. Hehehehehe, anggaplah memang aku yang terlalu berimajinasi tapi buku ini membuat rasa penasaranku terhadap wine mulai tergelitik *halah, padahal karena ada yg ganteng dibalik segelas wine tuh :D *

Penjelasan tentang Rahasia Wine, dimulai dari hal yang paling sederhana, seperti mitos-mitos seputar wine, jenis-jenis anggur yang digunakan untuk membuat wine, cara membuat wine baik white wine, red wine, rose wine maupun sparkling wine, lalu ada juga ulasan ecrek-kemen wine kayak decanter, pembuka wine, corknya sampe gelas wine, hingga review tentang winery di berbagai negara dan aturan-aturannya.

Cukup mudah dimengerti oleh awam macam aku yang ketika membaca langsung mondar-mandir ke lemari dapur, merhatiin botol wine yang sudah dibeli, baik yang sudah kosong ataupun yang masih belum dibuka. Hohoho… aku serasa berubah rada pinter seutik dengan memegang ‘kitab’ ini :D Well, pengetahuan awal tentang wine yang sangat bermanfaat. Buku ini layak banget dikoleksi dan dibaca dong…
Memang, yang paling benar soal wine adalah ketika kita menikmati wine itu, mencicipinya melumer di lidah… merasakan sensasinya, tapi dengan adanya sedikit pengetahuan ini, paling nggak, aku gak bakal malu-maluin lagi kalo ketemu cowok ganteng di acara wine tasting :D bisa ngobrolin wine dengan benar gitu…

Dan, ketika sampai di bagian sparkling wine yang seringkali disalah kaprahkan sebagai Champagne (aku tuh…) aku merasa terlempar lagi ke saat pertama aku mencicipi sparkling wine yang berasal dari Champagne - Perancis, saat itu di sebuah kafe yang berada di Champ Elysees, dimana dari tempat dudukku aku bisa melihat monumen Arc de Triomphe dan ketika itu kami sedang merayakan ‘keberhasilan’ kami menembus angka booking order yang 3 juta meter  yang mana hampir 80% dari total order itu adalah account-ku, si boss (saat itu) mengangkat gelas, bersulang untukku, “star of the day” begitu katanya lalu aku mencicipi Champagne pertamaku yang ‘meledak-ledak’ manis, oh… you know-lah how I feel… Moment itu, luar biasa, memandangi monumen kemenangan Perancis, berada di jalanan paling chic di Paris, mencicipi Champagne untuk pertama kalinya dan menikmati keberhasilan. Itu mungkin sparkling wine paling enak yang pernah aku minum :D dan sepertinya, dengan mengingat momen itu, aku bisa bikin patronus paling hebat sedunia. Aku sangat mengerti kenapa Dom Perignon, si bapak Champagne segera memanggil temannya ketika ia menikmati bintang saat mencicipi sparkling wine. Ah… thanks to Cak Yohan, yang membuat momen kenanganku itu makin hidup dengan menjelaskan dengan baik di bukunya tentang apa dan bagaimana sparkling wine itu.

Jadi, cepetan beli deh, sebelum buku ini beneran habis…

Cuma penasaran, jadi wine itu rahasianya apa? emh…. cowok ganteng :D

August 25, 2007

alkohol + cowok ganteng = lemot (?)

Filed under: crispy snacks (kriuk!) — ruthwijaya @

Aku bukan peminum alkohol, tapi… dalam beberapa kesempatan, aku dengan senang hati menerima tawaran wine, sparkling wine, coctail, liquor juga bir… hehehe termasuk peminum jugakah? Mungkin gitu… Yang jelas, aku nggak merasa kecanduan alkohol kok, tapi kalau kecanduan bebek goreng iyah :D

Seringkali aku minum alkohol ketika sedang trip overseas, yah… selain memang tempat yang ‘matching’ juga adanya hal ini-itu yang membuat aku harus berbasa-basi dengan beberapa orang melalui acara minum-minum. Ketika berada di negeri sorangan, jarang sekali aku mengkonsumsi alkohol, apalagi pas di Bandung, selain nggak punya alasan mengapa harus minum (minuman mengandung alkohol), kupikir tempatnya juga gak matching deh… :D pantesnya, kita minum bandrek dan makan gorengan. Kalau wine kan, pairingnya sama cheese sambil memandang Eiffel… hehehe

Merupakan alasan yang menyenangkan untuk minum minuman beralkohol sepuas mungkin di Bandung, ketika seorang teman mengajakku ke sebuah acara icip-icip wine. Whua… bertemu dengan pakarnya pula. Jadilah, sore itu, kami menikmati berbagai jenis wine dan (untuk pertama kalinya buatku) Amarulla. Si teman sudah mengingatkan, “I know you’ll driving, so… take care yah…” dengan sok yakin aku menenangkannya, “okay, don’t worry, I know when to stop, I can handle myself kok”

Kebetulan, temanku sudah harus cabut duluan, meninggalkan aku yang ternyata tidak bisa berhenti dan malas pulang. Selain karena masih ingin menikmati wine, aku menemukan teman baru. Emh… masih muda dan… ganteng bo! Dan kami cucok, menemukan kesamaan rasa dan selera. Hush… jangan mikir yang macem-macem… untungnya, acara harus berakhir dan kami harus berhenti :D kalau tidak… mungkin bisa sampai pagi kami menuang, meminum dan bercakap-cakap disitu.

Dan otomatis, ketika hendak meninggalkan tempat kami saling bertukar nomor telepon. Eh, dia lo yang nanyain duluan… yippy! Masih cukup waras untuk bisa saling menyebutkan nomer hp tuh… tapi… aku sudah tidak cukup sadar untuk menyadari bahwa nomer yang kucatat salah… ugh! Kenapa aku nggak nyebutin lagi nomer yang aku catat yah? Kenapa aku malah konsentrasi ngeliatin senyumnya yang manis dan giginya yang rapih?

Yah… sekarang, aku benar-benar paham bahaya alkohol, terutama jika dikombinasikan dengan cowok ganteng. Otak yang sudah lemot ini makin lemot… huhuhuhu… So, kids, stay away from alcohol yah… terutama kalo lagi kenalan sama cowok ganteng!

sorry…

Filed under: crispy snacks (kriuk!) — ruthwijaya @

Mungkin aku menyebalkan ketika menjawab komentar Tukang Ketik di posting ini. Emh… maaf yah… mungkin kata-kata itu memang gak enak didengar, tapi yah… gimana lagi, sudah terlontar :D

Ada banyak hal yang tidak bisa aku jelaskan mengenai keimananku, yah… itu hal yang sangat personal yang tidak seharusnya aku jadikan bahan posting. Tapi, untuk menghapus posting itu kok kayaknya berlebihan yah :D ya sudahlah…

Eniwei, kita tidak bisa memutar kembali waktu, yang aku bisa lakukan adalah cuma meminta maaf karena komentarku yang menyebalkan. Maaf, aku benar-benar merasa nggak enak neh…

August 24, 2007

wake up sms

Filed under: crispy snacks (kriuk!) — ruthwijaya @

Beberapa hari ini, setiap pagi aku dibangunkan oleh bunyi SMS masuk, bukan… ini bukan SMS jenis itu, bukan pula SMS jenis ini, tapi SMS yang seperti begini :D *banyak bener link-nya… hehehe*

Hari ini, begini bunyi SMSnya:

God gives u: 2 legs 2 walk, 2 hands 2 hold, 2 ears 2 hear, 2 eyes 2 see, but why did He gives u only 1 heart? coz He likes 2 love & share His heart with u. Maz. 37:31

Kemarin, begini:

Dia tidak akan memperagakan rencana & maksudNya untuk kita setujui karena Dia adalah Allah. Ia mau kita percaya & yakin akan Dia walau ada hal-hal yang tidak jelas yang tidak kita mengerti. Yes. 55:8,9

Kemarinnya lagi:

Dalam percakapanNya dengan Ayub, tak pernah Allah minta maaf / berusaha menjelaskan kesukaran yang menimpa hambaNya. Jadi apa yang kita lakukan dengan ketidaknyamanan & semua pertanyaan hidup yang tidak terjawab? 2 Kor 12:9 Bapa mau kita menerima Dia dalam kedaulatanNya walaupun tdk ada bukti. Dan 3:17-18 kalau kita mau Dia pasti mampukan. Praise The Lord!

Sebelum itu:

Penderitaan adalah salah satu cara Allah berbicara pada kita, yang membuat kita sadar bahwa kita sangat memerlukan Dia. Yak 1:2-4, Roma 5:3-11. Jesus loves you.

Ada lagi yang begini:

Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang belum bisa ketemu dengan jalan keluar. Amsal14:29, Amsal 16:32 Kita semua tidak mempunyainya, maka mintalah pada pada Yang Empunya sabar. GBU.

Wow…

Ada banyak sih… tapi karena space memory maka sebagian lainnya dihapus.

Aku bukan orang religius (makanya si bapak Es Campur menawan hati karena dia cukup religius… hehehe keseimbangan :D ) tapi sangat menyenangkan ketika kita diingatkan mengenai hal-hal yang seperti ini. Yah… senang juga, ada juga orang yang care sama kita, sama pertumbuhan rohani kita, halah! Paling gak itu sangat membantu aku untuk lebih ‘tenang’, hah… tau ndiri… aku kan gampang esmosih!

Karena aku merasa diberkati, halah, dengan SMS-SMS ini, maka selama beberapa hari, aku juga memforward SMS-SMS ini ke beberapa teman, aku berharap, semoga SMSku gak annoying :D sebaliknya, mereka paling gak juga dapat ‘pencerahan’ juga… akan membuat hari mereka lebih cerah dan tenang :P .

Jadi?!

Ya gitu aja… :D Selamat hari Jum’at! Asyik euy… besok Sabtu!

August 23, 2007

Close To You

Filed under: crispy snacks (kriuk!) — ruthwijaya @

birds.jpg seperti biasa, gambarnya ngambil dari sini
The Carpenters

Why do birds
Suddenly appear?
Everytime you are near

Just like me
They long to be
Close to you

Why do stars
Fall down from the sky?
Everytime you walk by
Just like me
They long to be
Close to you

on the day that you were born
The angels got together and decided
To create a dream come true

So they sprinkled moondust in your hair
Of gold and starlight in your eyes of blue
that is why all the girls in town
Follow you all around

Just like me
They long to be
Close to you
Just like me
They long to be
Close to you
Woo… close to you…

gak tau neh, tiba-tiba keinget wedding songnya Homer & Margie Simpson ama si Emma Corrigan yang di Can You Keep a Secretnya Sophie Kinsela :D

penjelasan

Filed under: The PatchWork, fiction — ruthwijaya @

“Kamu berutang penjelasan padaku, Ken”

“Kupikir kita sudah impas”

“Maksudmu?”

“Tak ada yang bisa kujelaskan padamu”

Seketika aku ingin memukulnya hingga mati demi melampiaskan amarah; mana mungkin dia tak perlu menjelaskan apapun padaku? Ia telah meninggalkanku begitu saja! Setelah apa yang sudah kami lalui bersama… tidak pantas ia memperlakukanku begini. Tapi aku tak ingin ia mati, ia terlalu tampan untuk mati sia-sia karena amarahku. Aku hanya bisa bergumam lirih, “kamu harus menjelaskannya padaku Ken”

Ken diam. Aku memandanginya lekat, berusaha mengetahui apa yang dipikirkannya, berusaha menyelidikinya. Aku tahu ia selalu sebal jika aku melihat dengan cara seperti itu, “seperti ditelanjangi! Caramu menatap itu keterlaluan, kamu harus hati-hati dengan matamu jika memandang seperti itu, menyebalkan tahu!” Dan sepertinya, ia belum berubah, seketika itu juga ia memalingkan wajahnya.

Aku tahu aku semakin menyebalkan, tapi aku tak bisa berhenti sekarng, sudah tidak bisa berhenti dan tidak ingin, mungkin. “Aku menginginkan penjelasanmu”

Ia masih diam dan tak memandangku.

“Apa sulitnya menjelaskan alasanmu padaku Ken? Apa susahnya berkata-kata?”

Ia masih tak bergeming.

Aku mulai menyesali kata-kataku yang terlontar sia-sia, ah, tapi apakah penyesalan itu? Aku selalu menyesal telah membuka mulut dan memuntahkan kata-kata tapi mungkin akan lebih menyesal jika tak melakukannya. Tapi melihatnya seperti itu, aku dikoyakkan lagi oleh rasa, tanpa bisa kucegah, aku mulai menangis menumpahkan semua amarah, kecewa, sakit hati sekaligus cinta yang tak pernah berhenti untuk laki-laki ini, “Ken… kenapa kamu jahat sama aku?” isakku menyesali laki-laki yang kucintai. Laki-laki yang pernah berkata ingin membangun kehidupannya denganku, yang juga pernah berkata amat mencintaiku,”aku mencintai kamu, sangat… dan akan selalu begitu sampai kapanpun, sekarang mungkin terdengar gombal tapi nanti ketika tanganmu mulai keriput dan aku sudah renta, maka cinta itu tampak nyata” Ia pernah mengatakannya tapi kemudian menghilang tanpa jejak, membiarkanku lebur bersama waktu. Sesaat kemudian ia kembali, mengumpulkan serpihanku yang tersisa dan membakarnya ketika pergi.

Aku seringkali mengumpat pada diri sendiri, “aku memang bodoh”

Dan kebodohanku seperti de javu, aku sudah pernah mengalaminya di masa lampau, mungkinkah kehidupan kami berulang dan ia selalu berutang padaku dan tak pernah membayarnya? Itu sebabnya kami mengulang hidup kami? Agar ia bisa melunasinya?

Ken, laki-laki tampan ini, betapa aku mencintai dia.

“Aku mencintai kamu Ken” kataku dalam isak tangis yang menyesakkan.

“Ga… berhentilah…” akhirnya ia membuka suara, “berhentilah Ga…”

“Tak bisa kuhentikan diriku Ken,” aku memandang sosoknya yang kabur oleh airmata, “tak bisa… aku selalu mencintai kamu juga menangis karena kamu”

“Aku tidak layak untuk itu”

“Aku tahu! Aku cuma tak bisa berhenti”

Ken menatapku tajam, meraihku dalam pelukannya, “kalau begitu… kita juga jangan berhenti” ia kemudian menciumku.

Aku ingin waktu berhenti saat ini meski aku tak ingin berhenti meminta penjelasannya.

*Ah, Ken… aku punya banyak cinta, memang sebagian besar untuk kamu… tapi sayangnya aku cuma punya satu hati dan kamu sudah membawanya pergi. Harus bagaimana aku dengan sisa cinta yang lain Ken?

(Jika Vega adalah Zara, dan aku adalah mereka mungkin akan seperti ini kejadiannya… sayangnya… aku selalu berada diluar arena… ugh! Kangen Ken, Keanu kamsudnya… )

August 22, 2007

dia

Filed under: crispy snacks (kriuk!), fiction — ruthwijaya @

si kopi ragu

coffee.jpg

 aku tahu dia sangat suka kopi

ketika menyendiri

sambil berpikir tentang, mengapa dia harus ada di kehidupan ini

dan menelaah lagi apa yang dia cari

dia suka melakukan itu dalam sepi…

tapi

aku cuma tahu itu

aku tak tahu, apakah dia dia juga suka aku

 meski pernah memberiku es campur beku

entahlah… aku meragu

(ngotot bikin pengen bikin posting gara-gara gambar kopi yang dicolong dari sini)

Protected: bener gak seh?

Filed under: posting nggak penting di saat-saat genting — ruthwijaya @

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Bon Appetit

Filed under: repiuw — ruthwijaya @

Ratatouille - If you are what you eat, then I only want to eat the good stuff

rat1.jpg

Oh… I love this movie.

Nggak peduli ada yang bilang animasinya biasa ajah atau apalah… yang penting, film ini bikin aku seneng! Filosofi makan :D apalagi yang bisa menyenangkanku selain urusan perut? Es campur beku kan masuk ke perut juga :D

Akhirnya, setelah orang-orang ramai ngomongin Ratatouille, aku kemarin nonton film ini, yah… saking semangatnya nonton, aku lupa bahwa kemaren barengan sama Mama Mia show, ah gak pa-palah… sebanding kok kesenangannya.

Ceritanya, seperti sudah diketahui adalah tentang si Remy tikus yang pandai memasak, jika keseluruhan ceritanya cukup ‘nggak mungkin’ maka akhir ceritanya lebih ‘nggak mungkin’ :D tapi siapa peduli? Ini cuma film! Aku benar-benar melewatkan bagian-bagian yang tidak menyenangkan dari sebuah film seperti misalnya akhir cerita yang membuat aku bertanya-tanya gimana kalau Remy mati? Umur tikus kan gak panjang, mau bikin restoran sampai kapan? Aku benci film yang bikin aku bertanya-tanya, tapi demi Ratatouille, ignore aja pertanyaan gak penting macam itu. I don’t like it, I love it. If I don’t love, I don’t swallow… gitu kata Anton Ego :D

Seperti yang kubilang, yang paling berkesan adalah filosofi tentang makanannya itu! Umh… aku kan suka banget makan, tapi nggak jago masak, ah… anyone can cook, nanti juga bisa kalau mau belajar :D . Remy sangat menggambarkan ‘aku’ yang selalu terbangkitkan oleh makanan, bagaimana makanan yang enak disiapkan dengan’passion’… halah!

Remy: “… I like good food, ok? And… good food is… hard for a rat to find! “
Django: “It wouldn’t be so hard to find, if you weren’t so picky! “
Remy: “I don’t wanna eat garbage dad!”

Dan aku kalah sama ‘tikus’, aku adalah the real omnivora! Benar-benar pemakan segala. Aku nggak punya makanan yang favorit karena semuanya aku suka, juga nggak punya makanan yang aku nggak suka karena aku doyan apa aja! Well, daging tikus mungkin pengecualian. Jadi, mudah sekali ngasih makan aku :D

Trus monolognya Anton Ego pas abis nyobain makan di Gusteau’s juga menyentuh hati. Bikin aku agak-agak gimana gitu… In many ways, the work of a critic is easy… We thrive on negative criticism, which is fun to write and to read… Not everyone can become a great artist, but a great artist can come from anywhere… Waduuh… tersentuh gak sih? Aku jadi ingat soal jurnalisme kuliner yang beberapa waktu lalu sempat ramai dibahas di milis, kenapa makanan yang dicoba oleh Pak Bondan Winarno selalu dibilang mak nyuss, padahal gak semuanya bisa dibilang enak (ah, aku tidak bermaksud untuk mengulik lagi hal yang sudah ‘basi’, hanya sekedar ingin berbagi). Pak Bondan menanggapi itu dengan cara yang luar biasa menurutku, kalau aku… mungkin aku akan bilang, “selera orang kan beda-beda, lidah tiap manusia punya sensitivitas yang berbeda… so, what gitu loh? Boleh-boleh aja aku bilang enak dan kamu bilang gak enak” hehehe itu aku… tapi beliau menjawab (kurang lebihnya) gini, semua orang memasak bermaksud untuk menciptakan masakan yang enak, jika pada akhirnya ada makanan yang nggak enak, maka itu adalah kecelakaan. Dan jika diperhatikan, ketika mencicipi masakan yang kurang enak, saya akan berkata… misalnya, ini kurang asin, dagingnya kurang empuk… Ah… Anton Ego, setelah menikmati masakan Remy, berubah jadi Bondan Winarno :D hehehe punten pak… Nggak deng, intinya gini… nggak cuma soal masakan, ini soal bagaimana memandang hasil karya orang lain… bahkan hasil karya yang gagal pun layak untuk mendapatkan credit. Mungkin ini pembelaan Brad Bird juga yah… sebelum dicela abis-abisan dia udah ‘cuci otak’ para kritikus duluan :D

Film ini juga bikin aku makin kangen ke Paris! Huhuhuhu… kenapa sih, kok timing nontonnya pas banget sama aku kangen pisan sama Paris itu… kebayang dong, pas liat Remy naik ke atap dan melihat Paris dengan Eiffel yang berkelap-kelip ituh? Whua…. eh, tapi aku sebel tuh sama lampu sorotnya… mengganggu… kalau lampu kecil-kecilnya sih keren… makanya, gambar yang kupasang juga bukan poster Ratatouille, tapi malah gambar si Linguini & Remy berlatar belakang Eiffel.Yah… semoga saja… aku masih beruntung juga kali ini…

Django: “Where are you going? “
Remy: “With luck, forward.”

Ah, sekali lagi… repiuw gak penting!

August 21, 2007

Paris, Je t’aime…

Filed under: crispy snacks (kriuk!) — ruthwijaya @

Aku takut terbang, naik pesawat terbang kamsudnya. Sejak dulu, aku selalu ketakutan naik pesawat.

Pertama kali naik pesawat kan dari Surabaya ke Jakarta tuh… wah udah jaman revolusi banget deh… takut sih tapi waktu itu nggak terlalu takut, soalnya, cuma bentar dan ada si mamah juga sodara yang lain, jadi berasa aman :D

Setelah itu, dari Jakarta ke Singapura, belum terlalu takut… soalnya cuma bentar juga… dan excited… ke luar negeri gitu loh… hehehehe

Mulai deg-degan, waktu pertama kali ke Paris dari Singapura, waduh… begitu liat schedule-nya… 12 jam bo! Aduh… mabuk gak yah? Perlu minum antimo gak yah? Begitu duduk, langsung sibuk nyari informasi pesawat apa yang digunakan, kira-kira umurnya berapa. Waktu itu, aku duduk di sebelah si boss, yang kemudian langsung menjelaskan tentang si pesawat, “… this is boeing megatop Ruth… ” begitu katanya. Dan otomatis aku langsung lihat di flyer SQ, “…first Boeing megatop bought on 1998, so… this one at least still 7 yo, less 20 yo… safe then…” kataku sambil nggremeng. Si boss langsung ngakak, “if this plane more than 20 yo, you want to stop the plane and jump out?” buat dia yang sudah termasuk goldmember, aku nih memang traveller yang norak… biarin… “no… but I will not falling to sleep, I should keep my eyes open and aware” Dan perjalanan pertamaku ke Paris pun berjalan dengan tenang, tapi aku sempat menghitung jarak ke emergency exit terdekat dari tempat dudukku. Buat jaga-jaga.

Kebiasaan menghitung jarak ke emergency exit ini, masih bertahan hingga sekarang :D aku selalu ketakutan kalau mesti berpergian dengan pesawat terbang, dan ini adalah alasan terbesar kenapa aku nyantai-nyantai aja mesti bolak-balik lewat tol Cipularang daripada harus naik pesawat dari Husein ke Halim yang sebenernya bakal menghemat waktu, waduh… serem banget tuh… pesawatnya kecil, bandaranya kecil… whuaa… nggak deh…

Takut terbang inilah yang bikin aku sempat dijutekin sama beberapa penumpang Cathay Pasific dalam perjalanan ke Hong Kong akhir-akhir ini. Gara-garanya, ketika kami sudah boarding di atas pesaawat, logikanya, hp mesti sudah dimatikan… tapi mereka malah masih asyik mainan hp dan ada beberapa yang masih nelepon, dari gayanya, mereka ini, rombongan turis Cina gitu… lalu dengan jutek aku bilang, “excuse me, I think you should switching off your mobile phone right now, we are on board” eh… mereka malah ngeliatin aku dengan aneh, kayanya sih mereka nggak ngerti bahasa Inggris, okay, I can speak Chinese, “hei, your phone! Switch off-lah!!” sambil nunjuk hp mereka :D Dan mereka langsung jutek ke aku, ngomong pake bahasa Cina gitu trus kayanya ngetawain aku. Hah! Aku nggak tau deh, hp nyala ato mati di atas pesawat tuh akan berakibat buruk atau nggak, tapi sebaiknya turutin sajalah peraturannya, nanti kalau ada apa-apa gara-gara hal itu gimana?! Lagipula, kalaupun hp nyala, emang ada sinyal? Apa susahnya matiin hp?

Mungkin, aku nggak berjodoh baik dengan Cathay, pulangnya aku mendapat pesawat dengan jenis yang berbeda dan lebih kecil, karena waktu itu aku memang mempercepat jam keberangkatan, mesti buru-buru nyampe Jakarta karena mesti meeting sama buyer. Aku duduk di pinggir, jendela dan di dekat sayap pesawat, begitu take off, itu kok sayapnya bunyi grebek-grebek gitu? Aku langsung panik dan tolah-toleh, nyari sapa gitu yang bisa ditanyain, aduuh… penumpang cukup sedikit waktu itu, cuma ada beberapa orang saja dan kulihat mereka asyik-asyik aja, nggak panik kayak aku. Okay, mungkin ini cuma perasaanku sajah, tapi… kok bunyinya makin kenceng yah? Perasaan, bunyi pesawat take off gak gitu-gitu amat deh… tapi untungnya, aku selamet tuh nyampe Jakarta :D mungkin memang aku yang terlalu parno.

Biarpun begitu… aku seneng aja tuh kalau disuruh overseas trip :D ngarep bahkan…

Sekarang… lagi ngarep Paris banget… hiks, ayo dong pak boss… udah lama nih tak ke Paris… nanti kita ke Le Bilbuquet deh… janji gak ditinggalin lagi. Trus kata bossku, kalo dikasih Paris Hilton aja gimana? Aduh… :D

Older Posts »

Blog at WordPress.com.